SANGASANGA NEWS, Sangasanga – Upaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat terus dilakukan PT Adimitra Baratama Nusantara (PT ABN) melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Kali ini, perusahaan menggelar Pelatihan Kerajinan Manik-Manik bagi UMKM Sinar di Jalan Seruni RT 07, Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, pada 30 September hingga 1 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan Siti Hawa, pemilik Wawa Etnika asal Tenggarong yang dikenal sebagai pengrajin manik-manik dan produk etnik Kalimantan Timur. Usaha yang dirintisnya sejak 2017 berkembang menjadi salah satu pelaku UMKM kerajinan yang aktif mengangkat nilai budaya lokal melalui produk berbahan manik-manik, tenun, dan sulam.
Pelatihan diikuti oleh anggota UMKM Sinar dan masyarakat sekitar yang ingin mempelajari teknik pembuatan berbagai produk kerajinan berbasis manik-manik, mulai dari aksesori hingga tas etnik yang memiliki nilai jual.
Kehadiran Siti Hawa memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar langsung dari pelaku usaha yang telah berpengalaman membangun bisnis kreatif berbasis budaya daerah.
“Kerajinan manik-manik bukan hanya soal keterampilan tangan, tetapi juga bagaimana kita menjaga identitas budaya sekaligus menciptakan peluang ekonomi,” ujar Siti Hawa saat memberikan materi kepada peserta.
Kegiatan pelatihan turut dihadiri Manager External Relation PT ABN, Bambang Takariyanto, yang menyampaikan bahwa pengembangan UMKM merupakan salah satu fokus program pemberdayaan perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah operasional.
Menurut Bambang, sektor ekonomi kreatif memiliki peluang besar untuk berkembang karena mampu memanfaatkan potensi lokal menjadi produk bernilai tambah.
“Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada proses belajar. Yang lebih penting adalah munculnya produk-produk baru, meningkatnya keterampilan anggota kelompok, serta terbukanya peluang usaha yang dapat menambah pendapatan keluarga,” ujarnya.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga praktik langsung merangkai manik-manik menjadi berbagai produk kerajinan. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, terutama saat sesi pembuatan motif dan kombinasi warna yang menjadi ciri khas produk etnik Kalimantan.
Ketua UMKM Sinar mengapresiasi dukungan PT ABN yang secara konsisten memberikan ruang pembelajaran dan penguatan kapasitas bagi kelompok usaha masyarakat.
Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya produk-produk kerajinan khas Sangasanga yang mampu bersaing di pasar lokal maupun regional. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperluas wawasan peserta mengenai pengembangan usaha kreatif berbasis budaya.
Melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan, PT ABN terus berupaya mendorong terbentuknya masyarakat yang mandiri, produktif, dan memiliki daya saing ekonomi, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kecamatan Sangasanga.








