Beranda / Peristiwa / Hampir Dua Bulan Berjibaku dengan Api, Damkar Sangasanga Tak Berhenti Jaga Wilayah

Hampir Dua Bulan Berjibaku dengan Api, Damkar Sangasanga Tak Berhenti Jaga Wilayah

Damkar Sangasanga

 

SANGASANGA – Hampir dua bulan terakhir, petugas pemadam kebakaran (Damkar) di Sangasanga nyaris tidak pernah lepas dari ancaman kebakaran. Kemarau panjang membuat lahan-lahan di wilayah ini mengering dan mudah tersulut, sehingga setiap laporan warga harus direspons dengan cepat sebelum api sempat membesar.

Kecepatan bertindak menjadi kunci, sebab api yang semula kecil bisa merambat dalam hitungan menit begitu menjalar ke semak dan rerumputan kering, apalagi jika titik kebakaran berada tidak jauh dari permukiman warga. Medan yang tidak selalu mudah dijangkau turut menambah beban kerja petugas di lapangan.

“Kondisi seperti ini memang membutuhkan kesiapsiagaan. Kalau ada laporan, kami berusaha secepat mungkin menuju lokasi supaya api tidak semakin meluas,” ujar Rahman salah satu petugas Damkar yang tengah menangani kebakaran di lapangan.

Memadamkan kobaran api besar pun bukan akhir dari pekerjaan. Petugas masih harus menyisir lokasi memastikan tidak ada bara tersisa, karena percikan kecil bisa kembali menyulut api saat tertiup angin di tengah cuaca kering. Rutinitas itulah yang membuat beberapa pekan terakhir menjadi masa-masa padat bagi Damkar Sangasanga — berpindah dari satu titik ke titik lain untuk memadamkan sekaligus mendinginkan area yang telah terbakar.

Di tengah penanganan yang berlangsung sejak Agustus hingga akhir September 2026 ini, PT Adimitra Baratama Nusantara (PT ABN) turut serta berkolaborasi dengan operasional petugas damkar beserta stakeholder lainnya. Perusahaan menyalurkan 5 unit water tank untuk menjamin ketersediaan air, 170 liter solar untuk unit kendaraan pemadam, konsumsi bagi relawan, serta masker dan vitamin bagi petugas yang setiap hari bekerja di tengah panas dan paparan asap. Meski begitu, peran utama tetap berada di tangan petugas Damkar; dukungan ini adalah bagian dari kerja bersama, bukan pengganti tugas mereka di lapangan.

Kewaspadaan masyarakat sama pentingnya. Warga diimbau tidak melakukan aktivitas yang berisiko memicu api di lahan terbuka, dan laporan cepat begitu kepulan asap atau titik api terlihat akan sangat membantu petugas bertindak sebelum api membesar. Selama kemarau masih berlangsung, tugas Damkar belum selesai hanya karena api sudah padam  maka memastikan setiap titik benar-benar aman tetap menjadi kunci menjaga wilayah dan masyarakat Sangasanga dari ancaman kebakaran berikutnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *